20171213

#KBIGDECISION2017: Officially Resigned and Moving To A New City

Hello there!

Berhubung udah bulan desember dan hashtag #KBIGDECISION2017 akan basi kalau dipost ditahun 2018, so here it is!

Keputusan yang dibuat ini entah bagaimana berhubungan satu sama lain, mungkin karena memang itu jalannya yaa

Semua dimulai di wedding plan, marriage plan, and name everything that involved newlywed and their future together. Si mas A (nama si babang berubah2 sesuai dengan mood saya di kala nulis fufu) memang sudah niat resign dari kerjaan sejak setengah tahun terakhir dan pengin untuk kerja sendiri. Lucunya dia keluar sesaat sebelum acara lamaran LOL pede banget mau ngelamar malah keluar dari kerjaan bahahah, tapi kita percaya rezeki yang ngasih bukan pak bos, tapi Yang Di Atas, jadi apapun keputusan kita, Insya Allah rezeki udah diatur dan I always believe that work hard would never betray you.

Dan dikala itu mulai ada omongan untuk start to be an entrepreneur. Business couple. Dan saya mulai panik ditodong pertanyaan dan permintaan itu. Okay.. di tahun 2014 saya pernah nulis goals untuk bertahun-tahun kedepan dan "kerja di indonesia dan ngebangun 'design consulting' dan jadi ibu rumah tangga" adalah salah satunya. Tapi ketika pertanyaan itu ada di depan mata, call me coward, ternyata nggak segampang itu mutusinnya. Terlebih buat saya yang selalu receiving monthly salary sejak bertahun lalu.

Long story shorted, saya memutuskan untuk mengiyakan tawaran ini karena, well I've said 'Yes I do' to his proposal means, I'd say 'Yes I do' to every new adventure, termasuk yang satu ini. More risk, more profit, and with the coolest partner who will stick with me forever, what could be better?
Sebelum menikah, saya sudah mantap untuk resign, and I did it! Lempat surat pengunduran diri, menyelesaikan drama-drama perkantoran (termasuk ditawari ini itu, termasuk higher salary dan flexible work days, but I've comitted to my fiance. Bilang iya sama tawaran2 itu sama aja membunuh hubungan saya sama Mas A LOL), dan cabcus dari kantor.

Keluar dari kerjaan even di saat corporate carrier saya belum dimulai adalah sesuatu yang tidak pernah saya perhitungkan sebelumnya. Secara, saya adalah termasuk orang yang well planned terhadap masa depan, but maybe I'd go with the flow this time. Actually I was so excited to this new adventure and started to plan things, yang... dengan kuasa Allah SWT harus berbelok arah sekali lagi.

Ada musibah besar yang melanda keluarga kami. Tepat 3 minggu setelah saya menikah. Bapak solo (bapak mertua saya) meninggal dunia. Innalillahi wa inna illaihi rojiun. Sangat sedih sekali, dimana saya berbakti sama beliau saja belum. Bikinin teh buat beliau aja belum pernah karena habis acara ngunduh mantu saya langsung honeymoon dan pulang ke jakarta.

Saya dan Mas A ngobrol dan alhamdulillah kita sevisi langsung memutuskan untuk pindah ke solo-- hanya dalam ngobrol 10 menit-- not exaggerating, kita beneran cuma ngobrol sebentar dan saling tahu bahwa prioritas kita adalah ibu. Kita nggak mau kecolongan untuk yang kedua kalinya. Kita harus merawat dan nemenin Ibu. Karena Ibu nggak mungkin diboyong ke jakarta, maka kita saat itu juga memutuskan untuk pulang habis ke solo.

Dalam obrolan sepuluh menit semua langsung diputuskan. Di menit ke sebelas, saya kaget sendiri sama perasaan saya. Lucunya bukan karena sedih atau menyesal atas keputusan tadi, tapi saya kaget karena saya sangat tidak berat hati dalam memutuskan itu semua.

Kalau kalian kenal saya dari sepuluh hingga lima tahun terakhir kalian akan bilang nggak mungkin seorang kania memutuskan hal ini. But Yes I did! Beberapa tahun yang lalu, saya sangat ambisius dan egois. Kalau ga sejalan sama keputusan saya, ya nggak papa, but I will go my way. Minimal saya berusaha deh biar semua berbelok sesuai keinginan saya. Tapi kali ini lain banget. Saya hanya ingin melakukan hal yang benar, tanpa berpikir nantinya gimana-nantinya gimana. Maybe I've changed, maybe it's just the circumstances, maybe I just grow older and wiser. *bergidik geli

Begitulah.

Ke-resigned-an dan kepindahan ini seperti sudah diplot sama Yang Di Atas. Universe aligned. Kalau saya belum keluar dari kerjaan, mungkin saya nggak akan semudah ini memutuskan untuk pindah. Kalau saya masih kania yang dulu, mungkin saya akan berusaha dealing dengan Mas A untuk menunda kepindahan, who knows?

But I am what I am now, and all that matters. Saya merasa keputusan ini harus berterimakasih pada all those hard years in Germany, karena saya langsung menyesuaikan diri pada masalah, tanpa lama berputar-putar pada perasaan, or even worse, self pitying. Karena sekarang, kita sudah punya banyak carrier plan dan life plan untuk ke depannya. Bismillah!

Saat saya pindah dari Jerman ke Indonesia tahun 2015, saya bilang akan stay true terhadap architect-carrier-plan selama dua tahun, lalu akan lihat kemana saya akan pergi setelah itu. 2017, dua tahun kemudian, I am happily married to Mas A and looking forward to moving to a new city!


Say hello to solo, say hello to a new adventure!



xoxo

20171101

#KBIGDECISION2017 : Engagement and Wedding Story

Setelah sekian lama ga nulis blog dan udah males juga bikin list alasan kenapa ga pernah update (kemalasan is still number one on the list tentunya), finally I'm back! Mungkin cuma bentar, mungkin lama, mungkin rutin, mungkin cuma nulis quick update untuk jadi pengingat dimasa depan.

Hmm let's start with this tag #KBIGDECISION2017. Tahun ini seorang kania memutuskan banyak hal besar, even bigger than kepulangan ke Indonesia di tahun 2015 (Yes! It is bigger)

Sudah cukuplah diliat di judulnyaaa YAAASSS!! I'm officially a wife now. :) Post ini kayaknya telat sekitar 10 bulan lol, karena ini itu dan termasuk dengan ke-backstreet-an hubungan saya dan si kangmas di kantor, jadi saya emang mutusin untuk cerita semuanya dirapel aja setelah event (alasan aje cuy)

Saya dan si kangmas memang termasuk cepat dalam hubungan ini, kita ketemu di kantor bulan november 2015 di kantor dan saling ga peduli satu sama lain karena beda divisi hahah, di bulan februari mulai deket karena jadi satu di proyek interior yang paling drama, terus bulan april udah jadian, lebaran 2016 kita udah saling main ke rumah masing2 dan kenalan sama ortu, bulan agustus dia udah ikut sibuk nikahan masabim, dan selanjutnya....

Di bulan november 2016 (udah setahun yang lalu yah), jangan tanya tanggal dan jam karena sudah lupa, tempatnya di Routine Coffee and Eatery Bintaro, tempat ketemu favorit saya dan si babang. Routine ini selalin tempatnya cozy, makanannya enak loh guys buka dari jam 7am-11pm mangstab #gaberbayar #bukanendorse

He proposed like the scene I've been dreamed the whole life: homey place, super simple, and flowy like everyday conversation (mimpi yang simple banget lol) dan setelah terjadi saya malah nanya balik, lah ini beneran ya? saking simpelnya. But I loved it. A lot. (side note: no ring, no surprise party, no flower, just big no)

Dan akhirnya semua kejadian juga, lamaran super simple the way we wanted to, bener2 cuma keluarga kecil dan inti. Fotonya cuma diabadiin dengan kamera handphone lol ga ada foto keluarga atau foto berdua malah karena keduabelahpihak kayak cuma ngobrol doang hahaha

Lalu mulailah keribetan nyiapin ini itu ani inu, dan alhamdulillah nya bener-bener ga stress, santai dan ga pake berantem, bener-bener bikin mikir apa nih kok ga ada apa-apa.. bukannya ngarep tapi kayak denger2 dari semua orang kayak bisa sampe ada kejadian-kejadian rebek sebelum nikah, alhamdulillah banget ga ada kejadian berarti.. kecuali drama undangan yang sampe H-3 minggu belum kelar juga, sebel banget sama vendornya padahal hasilnya bagus tapi waktunya bikin kesel

Di awal cerita banget bilang ke ibu bapak kalo pengen acaranya yang kecil aja cuma akad nikah, yang diundang dikit aja dong #nawar tapi ga boleh lah, secara temanggung kota kecil semua orang marah kalo ga diundang yasudahlah... setelah ngobrol pengennya akad nikahnya aja yang kecil dan pengennya malem dan banyak lampu (iya.. emang cetek mimpinya) akhirnya diputusin kalo akadnya malem yang very intimate dan resepsinya siang aja

Berbulan-bulan sebelum nikah saya dan kangmas kayak selalu becanda, "Yakin nih? Yakin nih?" tapi alhamdulillah ga pernah ada sedikit pun ragu, ga ada pertanyaan-pertanyaan lain atau perasaan-perasaan lain yang mengganggu..

Jadi gimana bisa yakin? I don't know.. you just know it when you meet the one. Saya dan kangmas emang beda 180 derajat, alhamdulillah di hal-hal prinsipil kita sejalan dan sevisi, tapi dari segi pemikiran, pengalaman, latar belakang, sifat, semua serba berbeda... and surprisingly I am very okay with that.

Untuk orang-orang yang baca blog ini dari jaman dulu *lah GR banget ada yang baca* pasti tahu bahwa saya termasuk orang yang persistence dan ambitious, saya maunya banyak, ini dan itu.. mau kuliah dan kerja disini dan disitu.. kadang rada ga peduli sama pendapat orang lain untuk sesuatu yang menyangkut masa depan karir dan pendidikan. Tapi kenapa kali ini gimana saya bisa deal sama sesuatu yang mengikat seumur hidup? Throwing away dream job, dream country to live in, "just for" a boy I just met less than a year? Does it even make any sense? Jawabannya Yes, It Is. It makes sense in every way.

You are not throwing away your dream job, dream carrier, or dream life, you just have another dream that even bigger than you had when you were solo. And now, you have someone to company and to accompany someone, you have someone to lean on, partner in life and in love. You won't think who loses or wins, because you are one. *eits dewasa banget

Saya masih surprise bagaimana jalan pikiran saya bisa berubah, karena trace keegoisan dan keambisiusan saya masih tertinggal di blog ini. But well, that's life. Your priority is changing, but to be happy is always on the list.

I know it won't be an easy path, but I have Allah and him along the way, so I know I'll be okay. :)

Dan pertanyaan "Yakin nih? Yakin nih?" ini akan selalu dan selamanya saya jawab... YES I DO!




 








....ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻫَﺐْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻨَﺎ ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺎﺗِﻨَﺎ ﻗُﺮَّﺓَ ﺃَﻋْﻴُﻦٍ ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻨَﺎ ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﺇِﻣَﺎﻣًﺎ

Ya Tuhan kami , anugerahkan kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.


xoxo

20170307

Quick Update 2015/2016

Penulis blog mana yang doyan banget nulis quick update? Jawabannya pasti saya. Udah demennya nulis quick update, jarak satu quick update ke quick update yang lainnya panjang banget. Zz. Maaf ya. Saya semakin yakin yang baca blog ini cuma saya di masa depan, jadinya yang saya tulis cuma dan hanya akan jadi konsumsi saya (bak nulis buku diary jaman SMP).

Hmm... dimulai dari mana...

Marilah kita mulai dengan I'M OFFICIALLY BACK FOR GOOD TO INDONESIA!! (Yes. Setahun yang lalu bulan September 2015, tepatnya ulang tahunnya al-fatih, tepatnya lagi ga tau).
Dan saya sudah mulai kerja di Kotak Design bulan November 2015 setelah panik-panik sebulan belum dapet kerja.


Pengumuman selanjutnya dan yang terpenting adalah saya officially has a boyfriend bahahaha #kenapaketawa
Saya nulis ini waktu jam kantor dan lagi ga ada kerjaan, jadi saya parno tiba-tiba si bos muncul di belakang saya terus ngagetin, "Hayo nulis apa kamu" secara saya dan si babang masih backstreet parah di kantor. Masih dalam pertimbangan apa saya harus pasang foto juga yah disini. Karena kalo tiba-tiba ada anak kantor yang stalking kan bisa berabe. Kenapa kamu suka bikin sulit hidup kamu sendiri sih kenny. Nah coba tebak aja di atas yang mana orangnya :p

Berita yang selanjutnya (yang ga kalah penting) adalah... saya nonton EXO! Bareng temen dunia maya saya si Rere Nicorobin dan dua temennya si aiux dan adhelia. Akhirnya setelah ngefans dan dijatuh bangunkan oleh grup mereka (dan tiga personilnya yang udah keluar. Hix.) sejak bertahun-tahun yang lalu, akhirnya semua terbalas dengan nonton live di row paling depan (you won't believe how much money I spent on them, cuma pengen nonton dedek-dedek aja muahalnya..) 
That night was great. Super great. Even greater than everything I've imagined. 
Karena deket banget, saya juga ngeliat betapa mulusnya muka mereka haha Oh Sehun ganteng banget he was like popped from my laptop. Kim Jongin ganteng super ganteng. Chen. Don't say anything about him. He's mine #mulaihalu dan KIM JUMYEON. oh gosh suho. don't start. 




Berturut-turut sahabat saya waktu SMA nikah, Devita, Potty, Acha. Dan meninggalkan saya dalam kebelummenikahan (does that word even exist?). Happy for them! 
Dan si kinano juga! Kaget banget waktu dia bilang he has met the one, and then he got officially engaged, dan bakalan nikah taun depan! Tau cerita cinta dia sejak dia curhat di cusanus tahun 2009 dan saya maki-maki ga usah cerita-cerita lagi ke saya, trus dia jadian sama si ini dan si itu akhirnya dia ketemu sama Fira ini. So happy for them! Semoga lancar sampe hari H ya tut! 

Yang paling penting dari yang paling penting lainnya adalah mas abim dan teteh (akhirnya) nikah bulan Agustus kemarin dan mengakhiri status putus nyambung mereka yang terkenal notorious itu. Six years and finally they can restart counting their real anniversary :D 

Kenapa semua reportnya tentang menikah dan melamar gini sih ya.... mari kita berdoa ajalah ya. #berdoamulai

xoxo, 
Kania



20161025

Efforts x 2 = Kania's Formula

Wew. setelah berjuta-juta tahun skip nulis blog dan banyak hal kejadian tanpa diabadikan, akhirnya saya buka-buka blog ini juga. Berawal dari buka blog satri yang masih bikin ngakak aja kalo dibaca, buka blog mas abim, buka blog dek imes, buka blog mas ivan, blog mailida, dan ternyata masih ada beberapa orang yang update blognya dengan setia (kata saya, si pengkhianat) dan setelah bersih-bersih debu, saya nemu draf ini!! Tentang kegagalan saya di masa lalu yang wajib untuk dimuseumkan, wajib untuk diinget, dan menjadi dasar semua cerita-cerita saya di masa depan. Draf ini ditulis tanggal 19 bulan Juli tahun 2015, disaat saya masih ada di negeri seberang.

***

Ada satu cerita penting yang harus banget saya tulis disini. Teasernya udah ada di instagram dari tahun lalu, tapi baru aja punya waktu *smirk* buat nulis. 

Pernah tau fenomena social media? Pernah follow account IG, twitter, path, facebook, dari temen-temen kamu, atau famous person yang isinya jalan-jalan kesini, makan-makan disana, kumpul-kumpul sana-sini? Have you been wondering what they do for a living? Kok seneng-seneng terus kerjaannya? Duit ngocor? >>>> sirikX100 

Saya pernah. Ga beda, saya juga sedikit banyak posting ini itu tentang kehidupan saya di IG/Path/FB; jalan-jalan, makan-makan, kumpul-kumpul. Tapi saya juga pengen nyeritain kehidupan saya yang ga selalu mulus. Kata bapak, "Sing kepenak wae, kalo nggak ada ya jangan diada-adain. Merendah itu lebih baik," 

Nah dari situ. Saya juga belajar jujur sama diri saya sendiri. Sama social media. Saya berusaha nggak nulis cuma bagian seneng-senengnya aja. Toh the bads and the goods, the black and the white, itu semua milik saya, dan itu semua yang ngebuat saya ada di sini. detik ini.  

Udah pernah baca post ini? When you hit rock bottom? Kalo udah, berarti udah pada tahu kalo perjalanan saya sampe disini itu berliku-liku. Cari kuliah, harus patah hati ninggalin indonesia dulu, waktu naik level ke Studienkolleg, harus prüfung dulu ohne Befreiung (kayak temen2 saya), harus pake pindah uni dulu, buat dapet tempat dimana saya bisa whispering, "I belong here," dan kali ini... saya nggak lulus Bachelor Prüfung. :( 

Kejadiaannya sekitar tahun lalu, Summer 2014. 2014 was hard. Kris dan Luhan ninggalin EXO (harus ya ken dibawa2), ada masalah di keluarga besar, dan ini pula pake nggak lulus ujian.

Saya ngerjain tugas akhir dengan sepenuh hati. Dari awal saya dan temen2 yang milih Prof. Puetz, udah rada mikir2; ini Prof. suka tega banget emang. Saya pernah denger dia nggak ngelulusin foreign students di second trial (di jerman istilah HER atau ngulang cuma diperbolehkan 2x untuk TA, kalo ga lulus untuk yang kedua kalinya, mereka di DO paksa), yang akhirnya mereka harus pulang ke negara masing2 nggak pake gelar :( 

Tapi ya saya mikir juga, "Hard work will never betray you," jadi di semester itu saya kerja ekstra keras. Karena emang udah terakhir juga ya. Disetiap session sama dia, dia selalu manggut-manggut dan setuju sama apa yang saya tawarkan; konsep gedung, dll dsb. Dia selalu setuju. Dan tiba2 di hari ujian.... tada!! Surprise! 

Ada professor lain yang dateng waktu hari saya ujian. Prof ini pernah ngebimbing saya di semester empat waktu saya ikut lomba arsitektur, dan kemungkinan besar dia udah punya high expectation, karena di semester empat, saya sempet menang juara dua di lomba itu. Setelah saya presentasi dan sesi tanya jawab (it was not even a question, it was more like statement) si Prof kedua ini bilang bahwa dia sama sekali nggak ngerti sama konsep yang saya bikin (wthhhh), itu ga masuk diakal bla bla bla. Dan yang bikin saya nggak ngerti lagi, si prof saya yang pertama, cuma manggut-manggut nge-iyain bahwa apa yang si prof 2 kasih tau itu bener? hah? padahal setiap minggu saya konsultasi sama dia, semuanya baik-baik aja. dan tiba-tiba dia nge-iyain bahwa konsep saya juga ga masuk akal? what? nochmal? 

Dan pada akhirnya saya nggak dilulusin dengan embel-embel, "Kami tahu kamu murid yang baik. Kami tahu kamu bisa lebih baik dari ini," ya ya ya /rolling eyes/ 

Patah hati. Itu bulan puasa dan saya yang lagi puasa 19 jam, tiba-tiba ketiduran habis nangis dan memperpanjang puasa jadi 23 jam. huks. 

Di semester selanjutnya, saya harus ngerjain ulang dengan pressure yang lebih besar. Takut nggak lulus, takut ngecewain orang tua, ngerasa ga berbakat, semua yang negative berkumpul jadi satu, berteman, menikah, dan bereproduksi. That was hell.

Waktu itu perasaan saya naik turun ga keruan. Setiap harinya selama enam bulan penuh! Saya bisa nih telfon vindi untuk curhat jam delapan pagi, nangis-nangis karena depressi, dan sepuluh menit kemudian ketawa-ketawa ngomongin korea. Setahun aja kayak gitu, saya bisa gila.

Pernah nih, saya merasa feeling good dengan hasil koreksi saya hari itu, dan terus ngerjain di kampus sampe malem. Jam 12 malem saya pulang dari kampus jalan kaki di sekitaran Kaiserswertherstr, masang earphone dan iPod dan tiba-tiba keputer lagunya sheila on 7 yang "Selamat Datang" dan saya bisa mewek sesenggukan sepanjang jalan.

Lagu-lagu keramat yang nggak boleh keputer sembarangan adalah "Selamat Datang" dan "Perhatikan, Rani" -nya Sheila on 7, The Climb-nya Miley Cyrus, dan Fear-nya Song Mino ft. Taeyang (tetep harus ada koreanya). Sekali denger lagu itu, saya bisa langsung mewek ga berhenti (lemah kamu, dek!)

Yang paling sedih adalah seumur hidup baru kali ini saya baru ngerasain beneran namanya nggak bisa tidur. Puncaknya adalah empat malam berturut-turut ga bisa tidur. Saya sebagai anak yang gampang banget tidur dan suka merasa rugi kalo tidur (makanya hobi nonton korea sampe jam 3 pagi), dan kali ini dapet insomnia, it felt like hell. Rasanya udah capek, dan harus bangun jam 5 pagi untuk ngerjain tugas, tapi jam 4 saya masih belum bisa tidur. oh gosh. Kalo inget itu aja sekarang saya masih trauma.

Tapi alhamdulillah, saya bisa ngelewatin itu semua :") untuk orang lain mungkin lulus S1 sesuatu yang biasa, apalagi lulus di umur 24, itu bisa aja jadi hinaan seumur hidup. Tapi untuk saya, ijazah ini adalah sesuatu yang precious. Bukan cuma karena kesuksesan saya, tapi itu jadi pengingat seumur hidup bahwa saya pernah gagal, bahwa saya bisa bangkit lagi setelah saya jatuh.

Alhamdulillah.

***

Nyesel banget cerita ini baru bisa dipost sekarang. Semoga bisa menginspirasi orang-orang disekitar, kalaupun enggak, saya yakin ini akan menginspirasi saya sendiri di masa depan. Amin.

Jadi apa hubungannya dengan EffortsX2=Kania's Formula?

Saya memang tidak brilliant dari dulu, bukan tipe pelajar yang effortlessly dapet ranking 1 tanpa belajar. Bahkan dengan belajar pun saya bisa tetap gagal. Tapi ga papa, karena itu hidup saya, saya yang jalani, walaupun saya harus kasih effort 2 kali lebih banyak sebelum saya sukses. Dan saya ulangi lagi kata-kata si prof Niess (yang pernah nggak ngelulusin saya itu), yang pernah saya tulis juga di blog ini,

"When you decide to go back, you won't go all the way back to your start point, but one step further with more knowledge and definitely stronger than before"-Prof.Robert Niess

Bismillah to the future!


xoxo

PS. updated with photographs. Sayangnya foto2 yang lain ilang huhuhu TT.TT kayaknya ada di kamera tapi entah siapa lupa yang ngapus

Kania dan maket, jam 10 malam sebelum hari pemancungan

Kania dan Meral, si turki BFF, muka uwel-uwel setelah naik-naik meja pasang plot A1

Nopi, Kania, dan Arzu, sebelum penyerahan ijazah.. sayang foto yang lain hilang hiks<3 :="" foto="" hilang="" lain="" sama="" sayang="" td="" temen2="">

Kania dan kesayangan, Novindi, what can I do without you nopiii <3 nbsp="" td="">









20150616

25

you’re 25 and your home smells like you don’t quite know what you want out of life. you’re 25 and you’re saying, “i’m fine” to no one in particular, because there’s no one around to ask. you’re 25 and you’ve spent half your life listening to your own pulse, making sure you were still alive. you’re 25, but you don’t feel 25, you feel 105, you feel stuck and lost at the same time; you feel trapped, but also petrified, because the thought of freedom scares you. you’re 25 and it feels like the world has moved on five years ago; it feels like you’re arriving at the party that’s been over for a while, everyone’s gone and it’s all stale pizza and leftover cheap wine, and 90s music that you feel like you should know, but you don’t. you’re 25 and everyone’s talking about a quarter-life crisis and you think that maybe, you know how it feels - it tastes like microwaved food past the expiry date, and smells of bleach and mould; it sounds like sunday phone calls and pretending that this is the life you want; it feels like the anxiety of rent that is too high, and a job that feels like a noose around your neck, because you’re becoming the person you hate. you’re 25 and you’re not having fun. you’re 25 and you feel guilty, you feel wrong, you feel like you don’t belong; because this is not what 25 is supposed to feel like - it’s meant to be all sunrises by the ocean and drinking without hangovers and laughing from your belly and kissing boys who don’t make your hands tremble. you’re 25; this is your life and it feels like you’re doing it wrong. you’re 25, you’re scared, and you are lost. you are 25; you’re not alone.
— marina v.the quarter-life crisis.  (via findingwordsforthoughts)