kembali menuliss?!

Sudah hampir 7 tahun berlalu setelah saya menerima majalah yang memuat tulisan saya untuk pertama kali. 7 Tahun!! Kalau kamu nggak tahu berapa lama 7 tahun itu,, bisa dianalogikan dengan adik saya yang baru lahir, 7 tahun kemudian udah masuk ke sekolah dasar. Atau mungkin seorang anak yang kayaknya masih ingusan kira-kira berumur 10 tahun, 7 tahun kemudian dia sudah boleh menyetir atau nonton film berlabel 17+. 

Yah, udah segitu lamanya saya menerima majalah keramat itu, saya masih mengingat setiap detik sensasi kegembiraan saya, ketika pertama kali melihat nama saya terpampang untuk pertama kalinya dalam majalah.

3 tahun kemudian, saya masuk penjara paling enak dalam sejarah, SMA Taruna Nusantara. Karena sangat terkekang kalau dibilang SMA, dan enak banget kalau dibilang penjara. At least, saya merasa produktivitas saya sebagai penulis [hhaaa.. ngaku-ngakuuu] sangat berkurang drastis. Sumpah. Yang sewaktu SMP saya bisa nulis 2 cerita berbeda setiap minggu, waktu itu dalam 6 bulan membuat satu cerita saja udah sangat bagus. 
Yang sewaktu SMP semua kejadian pasti bisaa aja dibuat cerita, di TN banyak banget kejadian luar biasa tapi nggak ada satupun yang menjelma menjadi sebuah cerita.

Saya beneran nggak mau nyalah-nyalahiin TN. Tapi saya menyesal kenapa dulu berhenti nulis.

Dulu, saya yang punya pikiran, untuk nggak mau cuma jadi penikmat.
tapi setelah hidup di TN saya memaksa dan berhasil membuat diri saya cuma jadi penikmat, tanpa harus membuat. 
Perasaan itu yang buat saya nyesel. Sibuk bilang teenlit ini ga bagus ceritanya, bahasanya jelek. Tapii? Karya apa yang saya buat, kok sampai saya berani bilang kayak gitu? Malu, kania, maluuu...

Sekarang, habis lulus, keinginan buat nulis semakin kuat aja. Tapi ternyata nggak segampang itu. Saya harus menggali-gali dulu, mempelajarin lagi, apa itu plot, apa itu konflik, apa itu solution,,,

Saya pernah baca, "Daripada memulai sesuatu yang baru dari 0, akan lebih sulit kembali melakukan apa yang dulu pernah kita tinggalkan"

beneran deh. Sekarang saya kembali mencoba menulis,, fiuhhh,,, sangat sulittt tapiii 
seperti apa yang Ibnu Battutta bilanggg: 

untuk mencapai 1000 langkah, yang pertama kali kamu lakukan adalah langkah pertama. 

Kapan? Sekarang.
 

Comments

Popular Posts